Tahun 2025 lalu, saya mendapat kesempatan untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). Sebelumnya, saya sudah pernah melihat dan mendengar cerita teman-teman kerja saya tentang kegiatan ini. Tapi mendengar cerita dari orang lain dan mengalami sendiri tentunya sangat berbeda. Ini saya share pengalaman selama PPG kemarin plus beberapa tips-nya. Semoga bermanfaat.. !
Persiapan Waktu dan Biaya
Ini mutlak perlu karena
banyak hal yang harus disiapkan sebagai syarat mengikuti PPG. Misalnya, materai
saja butuh beberapa, fotocopy, cetak foto termasuk ongkos atau uang
bensin jika memakai kendaraan. Begitu pun waktu. Memang kita sudah lebih dimudahkan
karena sekarang pengumpulan dokumentasi bisa melalui aplikasi. Tapi ada
beberapa yang perlu kita siapkan dengan mendatangi langsung misalnya mengambil
Surat Kelakuan Baik (SKCK), melakukan foto di studio foto dsb.
Persiapan Kuota
Ini bisa dimasukkan ke biaya
sih, ya. Tapi saya buat spesifik karena memang kebutuhan kuota internet sangat
diperlukan mengingat kegiatan-kegiatan selama PPG biasanya dilakukan secara daring
termasuk untuk akses Ruang GTK dan pengumpulan tugas-tugas. Pengarahan yang dilakukan LPTK yang ditunjuk
juga dilakukan melalui zoom dan durasinya bisa berjam-jam. Bersyukur jika kita
tinggal di tempat yang relatif tidak ada masalah dengan sinyal. Banyak teman
saya di batch yang sama mengalami kendala sinyal karena tinggal di tempat terpencil hingga sinyal mudah hilang,
belum lagi kendala mati lampu. Akhirnya, kabar-kabar dari LPTK atau pengawas ujian seringkali di-respons lambat.
Persiapan Kesabaran
Kegiatan PPG saat ini
berlangsung selama 2-3 bulan bahkan tahun kemarin ada yang sekitar sebulan
lebih saja. Sementara, kegiatan kita tak hanya mengikuti PPG tapi mungkin harus
jumpalitan antara aktivitas mengajar, kegiatan sekolah dan kegiatan
pribadi kita sendiri. Ada kalanya, terjadi kendala dalam kegiatan-kegiatan itu
termasuk dalam kegiatan PPG sendiri. Saya misalnya sempat tak bisa mengunggah
tugas di Ruang GTK via handphone. Sempat tertunda beberapa hari, akhirnya
setelah bertanya sana-sini, saya unggah via laptop. Alhamdulillah berhasil.
Kesabaran paling banyak
mungkin harus disiapkan saat pembuatan video Uji Kinerja (Ukin). Selain harus
menyiapkan waktu, kita pun harus bersabar saat proses editing agar video yang
durasinya 70 menitan itu hanya tinggal 30 menitan saja. Itu pun masih harus
disesuaikan dengan Rancangan Pembelajaran (RPP) yang kita buat.
Persiapan Do’a
Tak ada keberhasilan tanpa
izin Allah. Selancar apapun tampaknya, jangan lupa untuk selalu menggantungkan
hasilnya kepada yang Maha Kuasa. Tentunya setelah didahului usaha maksimal ya..
Selain hal-hal di atas, ada tips-tips lain yang ingin saya share berikut:
1. Baca dengan teliti ketentuan foto yang
harus diunggah sebagai syarat mengikuti PPG karena berbeda LPTK (Lembaga
Kependidikan Tenaga Kependidikan) , berbeda juga syarat fotonya. Misalnya, di universitas
yang menjadi tempat saya melaksanakan PPG, peserta harus mengenakan dasi tapi
di LPTK lain tidak perlu mengenakan dasi.
2. Lebihkan mencetak foto dari syarat
yang ditentukan LPTK. Maksudnya agar kita nggak perlu bolak-balik cetak lagi
karena kita akan membutuhkan lagi foto untuk kartu ujian misalnya.
3. Banyak bertanya jika ada kesulitan.
Saya termasuk orang yang tidak telaten mencari informasi di internet seperti
TikTok -yang memang tidak saya punya akunnya-. Jadi saya sangat mengandalkan
info dari teman atau dari media sosial lain. Ada kalanya, kita sudah bertanya
pun, tak ada yang tahu solusinya. Kalau ini, saya pernah langsung menelepon
pihak terkait yang paling memungkinkan tahu solusinya misalnya Diknas setempat.
4. Jika memungkinkan, pengambilan video Ukin
dilakukan jauh sebelum waktu deadline. Jadi jika ternyata kurang
memuaskan, gagal tidak terekam atau kendala lainnya, kita masih punya waktu
untuk mengambil video lagi. Selain itu, kita pun harus memperkirakan waktu
editing yang juga tidak sebentar.
5. Sebelum melakukan ujian UKPPG, usahakan
mengikuti try out untuk mengetahui tipe soalnya. Berlatih menuliskan soal
uji kasus juga sangat membantu.
6. Pastikan video dan RPP Ukin kita bisa
dibuka. Video yang tidak bisa dibuka adalah salah satu hal yang membuat peserta
tidak lulus.
7. Persiapkan kuota yang banyak untuk
Ujian. Pengawas saya menyarankan minimal 10 GB. Setelah dijalani, ujian ini memang
butuh waktu cukup lama karena terhitung sejak persiapan seperti pengecekan
dokumen kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar