Saya
tergolong selalu terlambat punya akun media sosial. Sebabnya, saya tipe yang
harus tahu dulu apa manfaatnya. Nggak mau sekedar FOMO. Makanya, akun
Facebook baru saya punya tahun 2012- sekarang sudah nggak saya pakai
lagi- dan Instagram tahun 2020-an. Itu pun karena saya ingin tahu info-info kajian
yang banyak di-share di akun IG. Selain kedua jenis media sosial itu,
saya tak punya yang lain.
Source: Logos-World.net
Sekitar beberapa
bulan lalu, saya memutuskan untuk meng-install Threads alias utas
yang kontennya sering nongol di IG. Saya penasaran ini platform macam apa
karena di cuplikan Threads yang muncul di IG itu, ada potongan isi cerita dari
akun tertentu yang bikin kepo. Ternyata saya cukup cocok dengan media sosial ini.
Alasannya:
1. Isi
konten kadang random tapi banyak juga yang masih ada “isi” nya. Misalnya konten
yang isinya berbagi pengalaman, pendapat, resume podcast yang bermanfaat dari Youtube,
sharing buku favorit dsb.
2. Ada
“interaksi” dan “diskusi” . Di Threads, saya merasa kayak punya teman “ngobrol”.
Ketika ada yang menyampaikan sesuatu, kita bisa mengomentari, menimpali komentar
orang lain atau sebaliknya komentar kita direspons orang lain. Di platform lain
mungkin ini juga bisa dilakukan tapi tipikal nya berbeda dan tidak bisa
sebanyak dan se-intens di Threads.
3. Sepengamatan
saya, sepertinya banyak juga pengguna utas yang masuk gen milenial ke bawah. Jadi
saya kayak relate karena satu zaman haha… Pengalaman yang dibagikan terasa
lebih dekat dan nostalgic.
4.
Dapat
banyak insight dan pengalaman karena yang di-share di utas bisa lebih
panjang dan mendalam. Banyak yang curhat tentang pengalaman berumahtangga,
bertetangga, atau berinteraksi dengan orang tua dan saudara. Cerita-cerita itu
juga membuat saya banyak bersyukur karena ternyata orang lain pun punya masalah
dalam hidupnya-nggak hanya saya 😊- bahkan jauh lebih
berat.
5.
Hiburan
karena kadang ada akun yang suka melempar jokes atau menyampaikan
hal-hal random lainnya. Seperti beberapa hari belakangan, bermunculan akun
brand centang biru yang cukup menghibur dengan ke-randoman mereka.
6. Dapat
rekomendasi berguna seperti tempat makan, produk, buku bahkan drama terbaru hehe...
Ada beberapa produk yang brand-nya saya tahu dari share di utas dan akhirnya
saya beli. Malah ada akun penjual tas, dompet dsb buatan sendiri yang sudah
saya beli beberapa produknya.
7.
Threads
bukan tempat orang share banyak foto. Kalaupun ada, hanya seperlunya. Saya
nggak terlalu suka melihat banyak foto orang apalagi kalau yang di-share
kehidupan pribadi.
Walaupun begitu, ada juga yang terasa mengganggu seperti munculnya akun-akun yang suka memancing keriuhan dengan melempar isu kontroversial dan sensitif. Awalnya saya berbaik sangka sih mungkin maksudnya nggak begitu tapi ketika diamati akun pelakunya itu-itu saja. Konon tujuannya untuk meningkatkan engangement atau menambah pengikut, entahlah... Setiap orang punya pilihan sendiri terkait pilihan platform media sosial ini. Dipersilahkan.. Balik lagi ke preferensi. Yang penting kita tetap bisa menyaring informasi yang didapat, diambil positifnya, dibuang negatifnya.