Senin, 04 Mei 2026

Pas Dengan Utas

 

Saya tergolong selalu terlambat punya akun media sosial. Sebabnya, saya tipe yang harus tahu dulu apa manfaatnya. Nggak mau sekedar FOMO. Makanya, akun Facebook baru saya punya tahun 2012- sekarang sudah nggak saya pakai lagi- dan Instagram tahun 2020-an. Itu pun karena saya ingin tahu info-info kajian yang banyak di-share di akun IG. Selain kedua jenis media sosial itu, saya tak punya yang lain.

Source: Logos-World.net

Sekitar beberapa bulan lalu, saya memutuskan untuk meng-install Threads alias utas yang kontennya sering nongol di IG. Saya penasaran ini platform macam apa karena di cuplikan Threads yang muncul di IG itu, ada potongan isi cerita dari akun tertentu yang bikin kepo. Ternyata saya cukup cocok dengan media sosial ini. Alasannya:

1.   Isi konten kadang random tapi banyak juga yang masih ada “isi” nya. Misalnya konten yang isinya berbagi pengalaman, pendapat, resume podcast yang bermanfaat dari Youtube, sharing buku favorit dsb.

2.  Ada “interaksi” dan “diskusi” . Di Threads, saya merasa kayak punya teman “ngobrol”. Ketika ada yang menyampaikan sesuatu, kita bisa mengomentari, menimpali komentar orang lain atau sebaliknya komentar kita direspons orang lain. Di platform lain mungkin ini juga bisa dilakukan tapi tipikal nya berbeda dan tidak bisa sebanyak dan se-intens di Threads.

3.  Sepengamatan saya, sepertinya banyak juga pengguna utas yang masuk gen milenial ke bawah. Jadi saya kayak relate karena satu zaman haha… Pengalaman yang dibagikan terasa lebih dekat dan nostalgic.

4.     Dapat banyak insight dan pengalaman karena yang di-share di utas bisa lebih panjang dan mendalam. Banyak yang curhat tentang pengalaman berumahtangga, bertetangga, atau berinteraksi dengan orang tua dan saudara. Cerita-cerita itu juga membuat saya banyak bersyukur karena ternyata orang lain pun punya masalah dalam hidupnya-nggak hanya saya 😊- bahkan jauh lebih berat.

5.     Hiburan karena kadang ada akun yang suka melempar jokes atau menyampaikan hal-hal random lainnya. Seperti beberapa hari belakangan, bermunculan akun brand centang biru yang cukup menghibur dengan ke-randoman mereka.

6.   Dapat rekomendasi berguna seperti tempat makan, produk, buku bahkan drama terbaru hehe... Ada beberapa produk yang brand-nya saya tahu dari share di utas dan akhirnya saya beli. Malah ada akun penjual tas, dompet dsb buatan sendiri yang sudah saya beli beberapa produknya.

7.     Threads bukan tempat orang share banyak foto. Kalaupun ada, hanya seperlunya. Saya nggak terlalu suka melihat banyak foto orang apalagi kalau yang di-share kehidupan pribadi.

 

Walaupun begitu, ada juga yang terasa mengganggu seperti munculnya akun-akun yang suka memancing keriuhan dengan melempar isu kontroversial dan sensitif. Awalnya saya berbaik sangka sih mungkin maksudnya nggak begitu tapi ketika diamati akun pelakunya itu-itu saja. Konon tujuannya untuk meningkatkan engangement atau menambah pengikut, entahlah... Setiap orang punya pilihan sendiri terkait pilihan platform media sosial ini. Dipersilahkan.. Balik lagi ke preferensi. Yang penting kita tetap bisa menyaring informasi yang didapat, diambil positifnya, dibuang negatifnya.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar