Kamis, 08 Januari 2026

Cerita Seputar PPG

 

Tahun 2025 lalu, saya mendapat kesempatan untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). Sebelumnya, saya sudah pernah melihat dan mendengar cerita teman-teman kerja saya tentang kegiatan ini. Tapi mendengar cerita dari orang lain dan mengalami sendiri tentunya sangat berbeda. Ini saya share pengalaman selama PPG kemarin plus beberapa tips-nya. Semoga bermanfaat.. !

Persiapan Waktu dan Biaya

Ini mutlak perlu karena banyak hal yang harus disiapkan sebagai syarat mengikuti PPG. Misalnya, materai saja butuh beberapa, fotocopy, cetak foto termasuk ongkos atau uang bensin jika memakai kendaraan. Begitu pun waktu. Memang kita sudah lebih dimudahkan karena sekarang pengumpulan dokumentasi bisa melalui aplikasi. Tapi ada beberapa yang perlu kita siapkan dengan mendatangi langsung misalnya mengambil Surat Kelakuan Baik (SKCK), melakukan foto di studio foto dsb.

Persiapan Kuota

Ini bisa dimasukkan ke biaya sih, ya. Tapi saya buat spesifik karena memang kebutuhan kuota internet sangat diperlukan mengingat kegiatan-kegiatan selama PPG biasanya dilakukan secara daring termasuk untuk akses Ruang GTK dan pengumpulan tugas-tugas.  Pengarahan yang dilakukan LPTK yang ditunjuk juga dilakukan melalui zoom dan durasinya bisa berjam-jam. Bersyukur jika kita tinggal di tempat yang relatif tidak ada masalah dengan sinyal. Banyak teman saya di batch yang sama mengalami kendala sinyal karena tinggal di tempat terpencil hingga sinyal mudah hilang, belum lagi kendala mati lampu. Akhirnya, kabar-kabar dari LPTK atau pengawas ujian seringkali di-respons lambat. 

Persiapan Kesabaran

Kegiatan PPG saat ini berlangsung selama 2-3 bulan bahkan tahun kemarin ada yang sekitar sebulan lebih saja. Sementara, kegiatan kita tak hanya mengikuti PPG tapi mungkin harus jumpalitan antara aktivitas mengajar, kegiatan sekolah dan kegiatan pribadi kita sendiri. Ada kalanya, terjadi kendala dalam kegiatan-kegiatan itu termasuk dalam kegiatan PPG sendiri. Saya misalnya sempat tak bisa mengunggah tugas di Ruang GTK via handphone. Sempat tertunda beberapa hari, akhirnya setelah bertanya sana-sini, saya unggah via laptop. Alhamdulillah berhasil.

Kesabaran paling banyak mungkin harus disiapkan saat pembuatan video Uji Kinerja (Ukin). Selain harus menyiapkan waktu, kita pun harus bersabar saat proses editing agar video yang durasinya 70 menitan itu hanya tinggal 30 menitan saja. Itu pun masih harus disesuaikan dengan Rancangan Pembelajaran (RPP) yang kita buat.

Persiapan Do’a

Tak ada keberhasilan tanpa izin Allah. Selancar apapun tampaknya, jangan lupa untuk selalu menggantungkan hasilnya kepada yang Maha Kuasa. Tentunya setelah didahului usaha maksimal ya..

Selain hal-hal di atas, ada tips-tips lain yang ingin saya share berikut:

1.    Baca dengan teliti ketentuan foto yang harus diunggah sebagai syarat mengikuti PPG karena berbeda LPTK (Lembaga Kependidikan Tenaga Kependidikan) , berbeda juga syarat fotonya. Misalnya, di universitas yang menjadi tempat saya melaksanakan PPG, peserta harus mengenakan dasi tapi di LPTK lain tidak perlu mengenakan dasi.

2.    Lebihkan mencetak foto dari syarat yang ditentukan LPTK. Maksudnya agar kita nggak perlu bolak-balik cetak lagi karena kita akan membutuhkan lagi foto untuk kartu ujian misalnya.

3.    Banyak bertanya jika ada kesulitan. Saya termasuk orang yang tidak telaten mencari informasi di internet seperti TikTok -yang memang tidak saya punya akunnya-. Jadi saya sangat mengandalkan info dari teman atau dari media sosial lain. Ada kalanya, kita sudah bertanya pun, tak ada yang tahu solusinya. Kalau ini, saya pernah langsung menelepon pihak terkait yang paling memungkinkan tahu solusinya misalnya Diknas setempat.

4.    Jika memungkinkan, pengambilan video Ukin dilakukan jauh sebelum waktu deadline. Jadi jika ternyata kurang memuaskan, gagal tidak terekam atau kendala lainnya, kita masih punya waktu untuk mengambil video lagi. Selain itu, kita pun harus memperkirakan waktu editing yang juga tidak sebentar.

5.    Sebelum melakukan ujian UKPPG, usahakan mengikuti try out untuk mengetahui tipe soalnya. Berlatih menuliskan soal uji kasus juga sangat membantu.

6.    Pastikan video dan RPP Ukin kita bisa dibuka. Video yang tidak bisa dibuka adalah salah satu hal yang membuat peserta tidak lulus.

7.    Persiapkan kuota yang banyak untuk Ujian. Pengawas saya menyarankan minimal 10 GB. Setelah dijalani, ujian ini memang butuh waktu cukup lama karena terhitung sejak persiapan seperti pengecekan dokumen kita.